- Pengenalan dan Penguatan Pengamanan, Ka.KPR baru Pimpin Rapat Dinas Jajaran Petugas Pengamanan
- Perkumpulan Punguan Toga Aritonang se Indonesia Hadir Menguatkan Korban Bencana di Tapanuli Utara
- Perkuat Koordinasi dan Konsolidasi, Rutan Tanjung Pura Ikuti Apel Bersama Secara Virtual
- Perkuat Koordinasi dan Konsolidasi, Rutan Tanjung Pura Ikuti Apel Bersama Secara Virtual
- Punguan Toga Aritonang Se- Indonesia Berkaloberasi Memberi Bantuan ke Korban Bencana Alam Sumut
- Dirut Perumda Agromadear Kab. Simalungun Tri Dharma Sipayung melaksanakan operasi Pasar Murah
- Awali Tahun 2026, Rutan Tanjung Pura Laksanakan Tes Urine Petugas dan Warga Binaan
- Pengecekan Berkala, Ka. KPR dan Staf Lakukan Perawatan Senjata Api dan Amunisi
- Polres Tanah Karo Gelar Patroli Malam, Antisipasi 3 C dan Gangguan Kamtibmas
- Rutan Tanjung Pura Ikuti Apel Bersama dan Penandatanganan Kinerja Tahun 2026
Yon F Densus88 Amankan Seorang Pria Diduga Pelaku Terorisme
Yon [F] DENSUS 88 Polri dipimpin IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H.

Keterangan Gambar : Danyon F IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H. Saat mengamankan Pelaku
Pekanbaru – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali berhasil melaksanakan operasi kontra-terorisme yang signifikan. Seorang terduga pelaku terorisme diamankan dalam penggerebekan di kawasan Garuda Sakti, Pekanbaru, pada Senin (26/08) dini hari. Operasi ini dipimpin oleh IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H., seorang perwira alumni Akpol tahun 2021 yang saat ini menjabat sebagai Komandan Batalyon F Densus 88.
Kronologi Operasi
Baca Lainnya :
- Hasil Putusan, Ferdy Sambo Divonis Hukuman Mati0
- Nyali Besar !! Perintah Kapolri Brantas Judi, Lokasi Brahrang Buka Lagi0
- Besok, PN Jaksel Batasi Pengunjung Sidang Vonis Sambo dan Putri0
- *Ciptakan Situasi Kamtibmas aman dan Kondusif, Personil Polsek Tiga Juhar Polresta Deli Serdang gia0
- *Masih Saudara Sepupu, Perkara Penganiayaan di Batubara Dihentikan Penuntutannya dengan Pendekatan R0
Informasi awal mengenai keberadaan terduga pelaku diperoleh dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas tidak biasa di sebuah rumah kontrakan di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi tersebut, tim intelijen Densus 88 melakukan pemantauan intensif selama dua minggu sebelum mengambil tindakan.
Pada dini hari sekitar pukul 03.15 WIB, tim gabungan Densus 88 menggerebek rumah kontrakan itu secara senyap. Terduga pelaku, seorang pria berusia 28 tahun, berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Operasi berlangsung aman dan tidak menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar.
Barang Bukti yang Diamankan
Dalam penggeledahan, petugas menyita sejumlah barang bukti yang dianggap penting, antara lain:
Buku-buku propaganda berisi materi radikal dan ajakan jihad,
Perangkat elektronik yang berisi dokumen dan komunikasi terkait aktivitas kelompok tertentu,
Identitas palsu serta catatan keuangan terkait dugaan pendanaan aktivitas radikal.
“Barang bukti ini akan kami analisis untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” ungkap Iptu Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H. dalam keterangan pers.
Pernyataan Aparat
IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H. menjelaskan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif yang penting dalam mencegah aksi terorisme.
> “Kami tidak menunggu ancaman berkembang menjadi aksi. Begitu indikasi kuat ditemukan, kami bergerak cepat dengan prosedur yang tepat untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujarnya.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa penyelidikan lanjutan akan dilakukan guna menelusuri jaringan pelaku, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain yang mendukung kegiatan radikal.
Peran Intelijen dan Masyarakat
Operasi ini merupakan hasil kolaborasi antara aparat intelijen dan masyarakat. Informasi awal yang diberikan warga menjadi kunci keberhasilan penyelidikan.
“Tanpa peran serta masyarakat, operasi seperti ini tidak akan maksimal. Setiap laporan sekecil apa pun dapat menyelamatkan banyak nyawa,” ujar Komandan Batalyon F Densus 88 itu.
Ancaman Radikalisme di Pekanbaru
Pekanbaru dan sekitarnya telah menjadi perhatian aparat dalam beberapa tahun terakhir karena indikasi penyebaran paham radikal. Posisi geografis yang strategis serta kepadatan penduduk menjadi faktor yang memungkinkan kelompok radikal menyembunyikan aktivitas mereka.
Pengamat terorisme dari Pusat Kajian Keamanan Nasional menyebutkan bahwa penangkapan ini adalah bukti bahwa ancaman radikalisme masih nyata. “Buku-buku propaganda yang disita menjadi bukti bahwa proses radikalisasi sering dimulai dari doktrin ideologi yang sistematis sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan,” ujarnya.
Proses Hukum Selanjutnya
Terduga pelaku saat ini diamankan di Mako Densus 88 untuk pemeriksaan intensif. Tim forensik digital sedang menganalisis perangkat elektronik yang disita guna melacak jaringan komunikasi dan sumber pendanaan.
Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh proses hukum dilakukan sesuai undang-undang dan menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia. “Kami bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegas juru bicara kepolisian.
Imbauan kepada Masyarakat
Aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran ideologi radikal di lingkungan sekitar. Setiap aktivitas mencurigakan, distribusi materi propaganda, atau pertemuan yang tidak jelas tujuannya diharapkan segera dilaporkan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat sangat penting untuk menutup ruang gerak jaringan radikal di Indonesia,” pungkas IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H.
Kesimpulan
Keberhasilan operasi di Garuda Sakti, Pekanbaru, menegaskan kesigapan aparat dalam mencegah potensi ancaman terorisme sejak dini. Penyitaan buku-buku propaganda radikal menjadi bukti bahwa upaya pencegahan harus mencakup dimensi ideologi, tidak hanya aspek keamanan fisik.
Dengan sinergi antara aparat, masyarakat, dan lembaga terkait, diharapkan penyebaran paham radikal dapat ditekan secara signifikan demi menjaga keamanan dan persatuan bangsa.











