Yon F Densus88 Amankan Seorang Pria Diduga Pelaku Terorisme
Yon [F] DENSUS 88 Polri dipimpin IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H.

By Amrin Simanullang, S.Kom 26 Agu 2025, 17:11:30 WIB Hukum
Yon F Densus88 Amankan Seorang Pria Diduga Pelaku Terorisme

Keterangan Gambar : Danyon F IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H. Saat mengamankan Pelaku


Pekanbaru – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali berhasil melaksanakan operasi kontra-terorisme yang signifikan. Seorang terduga pelaku terorisme diamankan dalam penggerebekan di kawasan Garuda Sakti, Pekanbaru, pada Senin (26/08) dini hari. Operasi ini dipimpin oleh IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H., seorang perwira alumni Akpol tahun 2021 yang saat ini menjabat sebagai Komandan Batalyon F Densus 88.


Kronologi Operasi

Baca Lainnya :


Informasi awal mengenai keberadaan terduga pelaku diperoleh dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas tidak biasa di sebuah rumah kontrakan di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi tersebut, tim intelijen Densus 88 melakukan pemantauan intensif selama dua minggu sebelum mengambil tindakan.


Pada dini hari sekitar pukul 03.15 WIB, tim gabungan Densus 88 menggerebek rumah kontrakan itu secara senyap. Terduga pelaku, seorang pria berusia 28 tahun, berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Operasi berlangsung aman dan tidak menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar.


Barang Bukti yang Diamankan


Dalam penggeledahan, petugas menyita sejumlah barang bukti yang dianggap penting, antara lain:


Buku-buku propaganda berisi materi radikal dan ajakan jihad,


Perangkat elektronik yang berisi dokumen dan komunikasi terkait aktivitas kelompok tertentu,


Identitas palsu serta catatan keuangan terkait dugaan pendanaan aktivitas radikal.



“Barang bukti ini akan kami analisis untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” ungkap Iptu Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H. dalam keterangan pers.


Pernyataan Aparat


IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H. menjelaskan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif yang penting dalam mencegah aksi terorisme.


> “Kami tidak menunggu ancaman berkembang menjadi aksi. Begitu indikasi kuat ditemukan, kami bergerak cepat dengan prosedur yang tepat untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujarnya.




Pejabat tersebut menegaskan bahwa penyelidikan lanjutan akan dilakukan guna menelusuri jaringan pelaku, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain yang mendukung kegiatan radikal.


Peran Intelijen dan Masyarakat


Operasi ini merupakan hasil kolaborasi antara aparat intelijen dan masyarakat. Informasi awal yang diberikan warga menjadi kunci keberhasilan penyelidikan.


“Tanpa peran serta masyarakat, operasi seperti ini tidak akan maksimal. Setiap laporan sekecil apa pun dapat menyelamatkan banyak nyawa,” ujar Komandan Batalyon F Densus 88 itu.


Ancaman Radikalisme di Pekanbaru


Pekanbaru dan sekitarnya telah menjadi perhatian aparat dalam beberapa tahun terakhir karena indikasi penyebaran paham radikal. Posisi geografis yang strategis serta kepadatan penduduk menjadi faktor yang memungkinkan kelompok radikal menyembunyikan aktivitas mereka.


Pengamat terorisme dari Pusat Kajian Keamanan Nasional menyebutkan bahwa penangkapan ini adalah bukti bahwa ancaman radikalisme masih nyata. “Buku-buku propaganda yang disita menjadi bukti bahwa proses radikalisasi sering dimulai dari doktrin ideologi yang sistematis sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan,” ujarnya.


Proses Hukum Selanjutnya


Terduga pelaku saat ini diamankan di Mako Densus 88 untuk pemeriksaan intensif. Tim forensik digital sedang menganalisis perangkat elektronik yang disita guna melacak jaringan komunikasi dan sumber pendanaan.


Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh proses hukum dilakukan sesuai undang-undang dan menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia. “Kami bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegas juru bicara kepolisian.


Imbauan kepada Masyarakat


Aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran ideologi radikal di lingkungan sekitar. Setiap aktivitas mencurigakan, distribusi materi propaganda, atau pertemuan yang tidak jelas tujuannya diharapkan segera dilaporkan.


“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat sangat penting untuk menutup ruang gerak jaringan radikal di Indonesia,” pungkas IPTU Galang Julian Hardiansyah, SI.k, M.H.


Kesimpulan


Keberhasilan operasi di Garuda Sakti, Pekanbaru, menegaskan kesigapan aparat dalam mencegah potensi ancaman terorisme sejak dini. Penyitaan buku-buku propaganda radikal menjadi bukti bahwa upaya pencegahan harus mencakup dimensi ideologi, tidak hanya aspek keamanan fisik.


Dengan sinergi antara aparat, masyarakat, dan lembaga terkait, diharapkan penyebaran paham radikal dapat ditekan secara signifikan demi menjaga keamanan dan persatuan bangsa.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook


Kanan UCAPAN SELAMAT NATAL DARI TRI DARMA SIPAYUNG

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.